Berita  

Pertapaan Tertua Didunia ,Tidak Sembarangan Asal Muncak,Ada Duka Saat Bupati Ajak Ramai Kepuncak 29.

KUDUS JATENG – Lintastribun.id
Di tengah gencarnya promosi kegiatan Explore Pegunungan Muria Chapter Puncak 29 Bersama Bupati Kudus yang digelar Sabtu (18/7/2026), kabar duka justru datang dari jalur pendakian Gunung Muria. Seorang pendaki asal Kudus, Lucky Pramudji (62), meninggal dunia saat melakukan pendakian menuju Puncak

Korban diketahui sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Pos 3. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim medis menilai kondisi fisik korban sudah melemah dan menyarankan agar pendakian dihentikan demi keselamatan.

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Korban tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama rombongan pendaki lainnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari SuaraBaru.id, korban kemudian ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di jalur antara Pos 5 (Petilasan Eyang Pandu) menuju Pos 6 sekitar pukul 11.30 WIB. Tim Medical Adventure bersama BPBD yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa semangat mencapai puncak tidak selalu sejalan dengan kemampuan fisik. Apalagi, rekomendasi medis yang diberikan petugas sejatinya bertujuan mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Aktivis lingkungan Kudus, Soleh Isman, turut menyoroti kejadian tersebut. Menurutnya, promosi wisata alam dan kegiatan pendakian memang penting untuk menggerakkan sektor pariwisata. Namun aspek keselamatan tidak boleh hanya menjadi pelengkap.

“Jangan sampai semangat mengejar puncak membuat orang mengabaikan kondisi tubuhnya sendiri. Ketika tim medis sudah memberikan peringatan, itu seharusnya menjadi pertimbangan utama, bukan malah diabaikan,” kata Soleh.

Ia menambahkan, kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi seluruh pendaki bahwa gunung tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki risiko yang harus dihormati.

“Promosi pendakian boleh ramai, kegiatan boleh meriah, tetapi edukasi soal keselamatan harus lebih keras lagi disuarakan. Karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada sekadar mencapai puncak,” tegasnya.

Hasil pemeriksaan petugas menunjukkan korban diduga meninggal akibat faktor usia dan kelelahan saat melakukan aktivitas pendakian.(SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *