Kudus – Lintastribun.id
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar Konsolidasi Akbar Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kudus dengan tema “Kawal Reformasi” pada Rabu (17/6/2026) di halaman perpustakaan Kampus.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk berdiskusi dan mengkaji berbagai isu nasional, khususnya terkait kinerja pemerintahan Presiden saat ini serta sejumlah kebijakan yang dinilai perlu dievaluasi.
Ketua DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyyib Sertiansyach, mengatakan bahwa konsolidasi ini bertujuan menghimpun berbagai elemen organisasi mahasiswa guna melakukan kajian kritis terhadap kebijakan pemerintah.
“Kami mengumpulkan elemen organisasi mahasiswa untuk mengkaji ulang tentang kinerja Presiden Prabowo dan juga mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk evaluasi terhadap program-program yang telah dijalankan,” ujarnya.
Dalam konsolidasi tersebut, Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kudus menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka anggap penting untuk dikawal bersama dengan semangat konstitusi, antara lain:
1. Melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
2. Membuka data anggaran MBG secara transparan kepada publik.
3. Melibatkan ahli gizi independen serta melakukan audit oleh BPK terhadap pelaksanaan program MBG.
4. Menghentikan pemaksaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai bersifat top-down.
5. Menghentikan pembentukan koperasi secara seragam hingga mencapai 80 ribu unit.
6. Menyelamatkan nilai rupiah dan menjaga daya beli masyarakat.
7. Membatalkan atau membekukan rencana kenaikan harga BBM serta mencari alternatif kebijakan lain yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Para mahasiswa menyatakan bahwa konsolidasi ini merupakan bentuk partisipasi dan kontrol sosial dari kalangan akademisi terhadap jalannya pemerintahan, sekaligus upaya menjaga semangat reformasi dan demokrasi agar tetap berjalan sesuai amanat konstitusi. (AD)












