KUDUS – Keresahan ratusan nasabah investasi Sensenow AI (SNAI) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali memuncak lagi pada Ahad (1/2/2026), para nasabah menggeruduk kantor titik pelayanan SNAI Kudus sebagai bentuk protes karena dana investasi mereka tak kunjung bisa dicairkan.
Tak hanya mendatangi kantor, sejumlah nasabah juga menyambangi rumah CEO Regional SNAI Kudus, Akhmad Rifai. Namun, baik kantor maupun rumah Rifai dalam kondisi tertutup. Berdasarkan keterangan warga sekitar, Rifai telah meninggalkan rumahnya sejak sekitar dua hari sebelumnya.
Aksi protes ini dipicu oleh janji Rifai yang sebelumnya menyatakan akan mengembalikan modal nasabah yang belum pernah melakukan penarikan serta nasabah yang telah melunasi dana pinjaman. Pengembalian dana tersebut dijanjikan mulai dilakukan pada 1 Februari 2026. Namun, tepat pada tanggal yang dijanjikan, kantor pelayanan SNAI Kudus tutup dan Rifai tidak dapat dihubungi.
Dalam pesan singkat kepada nasabah, Rifai sempat melarang para investor untuk berbondong-bondong mendatangi kantor maupun rumahnya. Meski demikian, tidak ada kejelasan terkait mekanisme pengembalian dana, termasuk siapa saja nasabah yang akan menerima pengembalian.
Sejumlah nasabah mengaku sudah menunggu sejak pagi hingga sekitar pukul 15.00 WIB, namun tidak ada satu pun aktivitas atau perwakilan yang memberikan penjelasan.
Salah satu nasabah, Salsabila, mengaku datang dari jauh jauh dengan harapan dananya bisa dicairkan sesuai janji. Namun sesampainya di lokasi, kantor dalam keadaan tutup.
“Saya jauh-jauh dengan harapan bisa dicairkan dana yang saya investasikan, tapi kantor tutup,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi dengan nasabah lain menyebutkan rumah CEO Regional SNAI Kudus juga kosong. “Kata tetangga sudah pergi dua harian. Sampai saat ini yang bersangkutan belum bisa dihubungi,” tambahnya.
Nasabah lainnya, Supriyono, yang mengaku telah menginvestasikan dana hingga puluhan juta rupiah, merasa kesal karena affiliator sekaligus CEO Regional tersebut tidak dapat dihubungi.
“Harusnya kalau ada larangan datang ke kantor dan ke rumah CEO, itu sudah patut diduga ada niatan yang tidak baik, apalagi belum ada mekanisme yang jelas,” katanya.
Ia berharap Akhmad Rifai dapat bertanggung jawab atas dana yang telah disetorkan para nasabah. Menurutnya, apabila dana tidak dapat dicairkan, investasi tersebut patut diduga mengarah pada penipuan.
“Saya berharap ada pertanggungjawaban dan transparansi mekanisme yang jelas supaya dana saya bisa cair,” harapnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, CEO Regional SNAI Kudus Akhmad Rifai belum memberikan keterangan. Upaya wartawan untuk menghubungi yang bersangkutan masih belum berhasil. (AD)












