KUDUS JATENG, LintasTribun
Hari lingkungan hidup sedunia laskar lereng Muria (LLM) bersama Bupati Kudus gencarkan budaya lingkungan bersih Salah satunya melalui aksi kerja bakti massal di Terminal Bakalan Krapyak yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut diikuti Pemerintah Kabupaten Kudus Bersama Laskar Lereng Muria, kepala OPD,dinas perhubungan PUPR,, PKPLH, Disbudpar, camat Kaliwungu, pemdes Bakalan Krapyak, paguyuban ojek, pedagang, petugas kesehatan,organisasi masyarakat dan yang lainnya.
Pegiat lingkungan, serta sejumlah instansi terkait. Sebanyak 277 peserta turun langsung membersihkan area terminal yang menjadi salah satu pintu masuk utama Kabupaten Kudus.
Selain Pemerintah Kabupaten Kudus, kegiatan korve tersebut juga diinisiasi oleh Sukun Wartono Group sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas publik. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat itu diharapkan mampu menumbuhkan budaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
“Masalah sampah ini masalah kita semuanya. Tidak hanya di Kabupaten Kudus, tetapi menjadi persoalan di berbagai daerah. Dengan adanya kepedulian dari Laskar Lereng Muria dan teman-teman semua, termasuk organisasi masyarakat dan para pencinta lingkungan, ayo kita turun bareng-bareng membersihkan lingkungan kita, minimal dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Perlu diketahui Pemkab Kudus telah mencanangkan dan mendukung program Indonesia ASRI( Aman Sehat Resik Indah ) serta melaksanakan KUSAPA( Kudus Sadar Sampah)
Ketua Laskar Lereng Muria, Agus Riawan, mengatakan Terminal Bakalan Krapyak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu objek vital sekaligus ikon Kabupaten Kudus yang setiap hari menjadi titik kedatangan masyarakat maupun wisatawan.
“Jumlah peserta sekitar 277 orang. Kami sengaja menyesuaikan dengan peringatan Hari Jadi Kudus ke-477,” ungkapnya.
Agus menambahkan, Laskar Lereng Muria selama ini konsisten bergerak di bidang pelestarian lingkungan melalui berbagai program, mulai dari aksi bersih-bersih sampah, Program Kali Bersih (Prokasi), penanaman pohon hingga kegiatan konservasi lainnya.
Sementara itu, Koordinator Terminal Bakalan Krapyak, Muhammad Suwolo, mengungkapkan volume sampah di terminal biasanya meningkat saat musim ramai peziarah, terutama menjelang bulan Suro. Pada masa tersebut, jumlah bus yang datang dapat mencapai 20 hingga 25 unit per hari.
“Semakin tinggi jumlah pengunjung, tentu sampah yang dihasilkan juga semakin banyak,” katanya.

Dengan kegiatan korve bersama yang melibatkan berbagai pihak tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan fasilitas publik.
“kami berharap kerja sama korve hari ini berjalan lancar. seluruh area terminal semakin bersih dan ke depan kebersihan ini bisa terus terjaga, para pengunjung/peziarah bisa nyaman kembali lagi di terminal Bakalan Krapyak sebagai pintu utama wisata religius,”pungkasnya.(SR)












