Kudus  

Buka Luwur Perdana Pangeran Arya Penangsang Diharapkan Menjadi Destinasi Wisata Religi

KUDUS JATENG, LintasTribun

Buka luwur perdana pangeran Arya Penangsang atau Sultan Jipang Panolan di Desa Jepang, kecamatan Mejobo, kabupaten Kudus dimeriahkan selama 3 hari dibulan suro/ Muharram dengan penuh khidmat dan sukses,pada (29-1/7/2026)

Rangkian Kegiatan pertama buka luwur perdana pembacaan tahlil bersama dilanjut prosesi pemasangan kain luwur hari kedua pembacaan khotmil Qur’an bil ghoib dan hari terakhir pengajian umum buka Luwur perdana pangeran Arya Penangsang yang di hadirii kyai haji Burhanudin dari Lampung

Dihadiri pula DPW ( Dewan Pimpinan Wilayah)NAAT Jawa Tengah, DPW Lampung, DPC NAAT Kudus , Camat mejobo mewakili Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, kepala desa Jepang dan ribuan masyarakat desa Jepang dan sekitarnya

Perlu diketahui,NAAT adalah sebuah lembaga atau organisasi resmi yang bertugas menyatukan atau mendokumentasi warisan sejarah silsilah nasab keturunan Walisongo di Indonesia

Ketua DPC(Dewan Pimpinan Cabang)NAAT ( Nagobah Ansab Auliya’ Tis’ah) Kudus Abu Naam Alkudusi menyampaikan kegiatan buka luwur pangeran Arya Penangsang ini bekerja sama dengan pengurus makam Arya Penangsang, pemerintah Desa.dan warga masyarakat Desa Jepang.

“Tema yang kami angkat adalah ” Nguri-uri Sejarah ,menjaga warisan , Menyatukan umat,”ujarnya.

Ia menerangkan sebelumnya sudah kami lakukan kajian atau penelitian secara ilmiah , seperti enkripsi( tulisan)Batu nisan dan penelusuran sejahtera kesesuaian data sisi Arkeologi keberadaan terkait makam tersebut

Tulisan Batu nisan ditengah bergambar / simbol purnamasidi atau bulan ada kalimat arab tahlil dan batu bata merah besar yang mengelilingi makam ada kesesuaian data peninggalan para wali dikudus seperti gapura masjid wali Jepang dan gapura padureksan menara Kudus

Maka bergai upaya kajian team sejarah,Lembaga penelitian, pengawasan dan pencatatan, silsilah Nasab(LP3SN) NAAT bekerja sama dengan ahli nisan budaya keislaman Prof.Dr.Yaser Arafat dari Yogyakarta bahwa Batu Nisan dan Batu bata merah tersebut ada kesesuaian data di abad (16-17) atau pada era Walisongo.

Menurutnya,” Sejarah diperkuat tutur tinular turun temurun dari masyarakat sekitar bahwa makam ini adalah Arya Penangsang juga diperkuat sejarahnya para duriyahnya dari Kyai haji Burhanudin ,”jelasnya.

Dalam mauidokhasanah kyai Burhanudin menceritakan, sejarahnya Arya Penangsang dulu masa kerajaan Arya di bunuh dan tubuhnya dipotong tiga bagian karena memiliki ilmu sakti yaitu Rawa Rontek

“Agar Arya tidak bisa hidup lagi 3 bagaian tubuh harus dikubur di tiga tempat berbeda, yang bagian kepala dikubur di Blora, bagian tubuh di desa Jepang dan bagian kaki di Kadilangu Demak,”tuturnya

Itu cerita sejarah massa kerajaan dahulu, bahwa pangeran Arya Penangsang adalah leluhur kita yang wajib dido’akan dilestarikan dari dinamika sejarah ,karena bangsa yang besar menjunjung tinggi.nilai sejarah kita.

Wallahhuaklam Hanya Allah yang maha tahu atas kehendaknya cerita sejarah Arya Penangsang di Desa Jepang ini.

Kepala Desa Jepang Indarto sangat mengapresiasi buka luwur tersebut berharap besar akan menjadi destinasi wisata religi, setelah sunan Kudus, sunan Muria
, yang nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lokal

“Alkhamdulillah terimakasih semua dalam kegiatan terlaksana guyub rukun diberi kelancaran, kesuksesan dan kondusif,” pungkas Indarto kades Jepang.( SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *