KUDUS JATENG, LintasTribun
Kirab Lentog Tanjung 2O26 bertajuk “Tanjungkarang Tempo Doeloe”, Beragam kostum bernuansa zaman dulu, jajanan tradisional yang dibagikan gratis, hingga aneka pertunjukan rakyat menjadi daya tarik utama dalam kegiatan budaya tersebut.
Melibatkan 7 RW Sekitar 700 peserta kirab dari pelajar, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur warga masyarakat lainnya menonton sepanjang perjalanan kirab warga tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan puluhan kontingen di lokasi halaman area kuliner lentog Desa Tanjungkarang, kecamatan Jati, kabupaten Kudus, Minggu (7/6/2026)
Sumarno Kepala Desa Tanjungkarang mengatakan tema “Tanjungkarang Tempo Doeloe” adalah mengingat sejarah zaman dahulu perilaku budaya para leluhur harus dilestarikan
“”Ia mengajak para regenerasi harus menguri-uri nilai-nilai warisan adat budaya pendahulu Desa Tanjung karang yang membawa barokah masyarakat luas,”ujarnya
Suatu Contoh kuliner Lentok Tanjung menjadi icon Desa Tanjung karang yang sudah terkenal sampai ke penjuru negeri
Terlihat penampilannya dengan konsep tempo dulu menambah daya tarik para penonton, meriah dan lucu selain mengenakan pakaian jadul, peserta juga membawa beragam makanan tradisional yang kemudian dibagikan kepada masyarakat secara Gratis
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk kuliner buatan warga setempat. Dengan begitu, kirab menjadi sarana pemberdayaan ekonomi sekaligus promosi produk UMKM desa.
“Sampai saat ini Desa Tanjungkarang tercatat memiliki sekitar 152 pelaku UMKM lentog. Pemerintah desa pun berencana mengembangkan kegiatan serupa secara rutin sebagai upaya memperluas pemasaran produk unggulannya ,”Jelasnya.
Camat Jati, Muhammad Zainuddin, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kirab tersebut. Ia menilai perpaduan antara kegiatan budaya dan promosi kuliner khas daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Kudus.
Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Selain melestarikan budaya, juga dapat memperkenalkan lentog kepada masyarakat yang lebih luas dan berpotensi menjadi destinasi wisata budaya maupun kuliner,” tuturnya.
Masih ditempat yang sama Tutik warga RT 1 RW 2 merasa senang dan bangga kegiatan serba jadul ini menambah semarak dan bisa meningkatkan para pelaku UMKM
Selain itu,” Indah lestari RT 3/4 banyak hiburan menarik dan jajanan jadul yang bisa dinikmati gratis kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena mendukung UMKM sekaligus menghibur masyarakat,” Pungkasnya.,(SR)












