LKISS Kudus Gelar Hakordia , Diskusi Starategi Menyelamatkan Uang APBD Agar Tidak Dikorupsi

Kudus -Jateng update -news.id

Lembaga Kajian Kudus Strategis(LKISS) memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia ( Hakordia) mengambil tema Strategi Menyelamatkan Uang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) agar tidak dikorupsi diselenggarakan di Hotel Kenari Asri,Kamis (11/12/2025)

Dihadiri tujuh nara sumber untuk pemaparan Hakordia tersebut yakni Bupati Kudus,ketua DPRD , Kejari, Kapolres,Akademisi UMK,PWI, Perwakilan LSM( lembaga swadaya masyarakat) atau NGO( Non- Governmental Organization) lembaga non- pemerintah.

Sekitar 150 peserta lebih dari berbagai Lembaga ,ormas, Media,Wartawan,OPD,mengikuti pemaparan diskusi atau talk show pencegahan Korupsi

Dipandu Direktur Lembaga LKISS Sururi Mujib sebagai moderator ,untuk pembukaan acara oleh wakil ketua Untung Joko Susilo, rutinitas tahunan ini memperingati Hakordia sebagai upaya kegiatan pencegahan korupsi di pemerintah kabupaten Kudus

Sambutan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam paparannya mengatakan setiap kegiatan penggunaan APBD agar di dampingi kejaksaan atau kepolisian untuk mencegah kebocoran keuangan Negara dan Urusan hukum Tindak Pidana Korupsi

Perlu diketahui APBD kabupaten Kudus tahun 2025 mencapai hingga 2,3 trilyun

“Tahun 2026 nanti efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sampai 500 milyar maka kita harus siap mengencangkan ikat pinggang ,ikat kepala dan tali sepatu dalam arti, Penggunaan Anggaran Belanja Daerah di kurangi hingga hingga 40 persen,”tuturnya

Sam’ani Intakoris Bupati Kudus tidak anti kritik silahkan kritik sedetail detailnya terhadap pemerintah yang dipimpinnya ini demi pencegahan kebocoran APBD untuk Kudus lebih baik

Lanjutnya ,”Sam’ani kita harus meningkat target pendapatan daerah tanpa menaikan pajak tidak membebani masyarakat, alhamdulillah Pendapatan Aset Daerah,(PAD) tahun ini mencapai 730 milyar dan target tahun 2028-2O29 kita naikan hingga 1 trilyun ,”imbuhnya

Selain itu ,Ia pun menegaskan terkait pelayanan proses perizinan harus dipermudah cepat dan transparan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus menutup ruang pungli dan setiap pungutan pajak harus berbasis digital supaya setiap rupiah masuk tercatat diawasi secara akurat

Harapnya,mari APBD kita kawal bersama sama agar digunakan tepat sasaran tidak ada kebocoran dalam penggunaan anggaran

“Bupati sangat mengapresiasi kegiatan Hakordia ini dan akan menggelar lagi di belakang pendopo selama kepimpinanya satu tahun,”pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama ketua DPRD Kudus Masan munculnya sumber korupsi yang tak terbendung karena berawalan dari biaya Pemilu atau ongkos politik yang mahal sehingga terjadi kebobrokan mental korupsi karena semua berbasis cris atau rupiah.

Masih ditempat yang sama Soleh Isman yang mewakili LSM Kudus sebagai peran Control sosial menyampaikan untuk menyelamatkan uang negara harus seperti Negara Bulgaria melakukan Revolusi perubahan sistem ,karena reformasi di Indonesia gagal,untuk membenahi Negara yang lebih baik

“Indonesia mengalami krisis Birokrasi , pengkhianatan kepada negara , mafia budaya maling atau korupsi kejahatan secara sistem dar legislatif,i eksekutif, yudikatif, tingkat pusat sampai bawah.”paparnya.

Tambah Soleh penegak hukum pun tidak berkeadilan terhadap masyarakat yang terkena kasus , siapa yang salah harus bertanggung jawab,hukum masih tajam kebawah tumpul keatas

“Sistem penegak hukum lemah,harus ada revolusi kejaksaan dan kepolisian,maka ketika ada pemberantasan korupsi hanya omong kosong,”tandasnya.(SR)