Kudus  

Lindu Aji Kolo Cokro Kudus Borong Kemenangan di KWT X Shaduk Jotosh, 4 dari 5 Atlet Raih Hasil Gemilang

KUDUS – lintastribun.id
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas Lindu Aji Kolo Cokro Kabupaten Kudus kembali menunjukkan eksistensinya di dunia olahraga tarung. Dalam ajang KWT X (Kudus Wani Tanding) Shaduk Jotosh yang digelar di GOR Bung Karno Kudus, Desa Wergu Wetan, Sabtu (25/7/2026), Lindu Aji mengirimkan lima atlet untuk berlaga.

Ketua DPC Ormas Lindu Aji Kolo Cokro Kabupaten Kudus, Suhadi, mengatakan dari lima atlet yang diturunkan, empat di antaranya berhasil meraih kemenangan, sementara satu atlet harus mengakui keunggulan lawan melalui keputusan poin.

Lima atlet yang mewakili Lindu Aji Kolo Cokro Kudus tersebut yakni Muhammad Aufa Dhurofi, M. Abiel Andren, Andika Kurniawan, Bayu Satria Aji, dan Abdul Muid.

“Dari lima atlet yang kami kirim, empat berhasil menang dan satu kalah poin. Rata-rata atlet kami masih berusia belasan tahun, bahkan masih ada yang duduk di bangku SMP, sementara yang tertua berusia 23 tahun. Kami akan terus berjuang meningkatkan kualitas atlet-atlet muda ini,” ujar Suhadi.

Menurutnya, Lindu Aji memiliki komitmen kuat dalam pembinaan atlet melalui sasana yang dimiliki. Berbagai event akan terus diikuti sebagai ajang menambah pengalaman sekaligus meningkatkan prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Sebelumnya kami juga pernah mengikuti pertandingan serupa di Rembang dan Jepara dengan hasil yang membanggakan. Ke depan kami akan terus mengikuti event-event bergengsi untuk mengasah kemampuan para atlet,” katanya.

Suhadi menegaskan, selain bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, Lindu Aji juga aktif melakukan pembinaan olahraga, khususnya melalui Sasana Lindu Aji.

“Kami ingin terus memajukan sasana yang kami miliki. Semangat kami adalah melahirkan atlet-atlet yang lebih maju di bidang olahraga. Harapannya semakin banyak anak-anak yang bergabung karena latihan di sasana kami tidak dipungut biaya alias gratis,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sangat terbuka bagi para pelajar yang memiliki minat di dunia olahraga tarung untuk bergabung dan berlatih bersama.

“Kami senang menggandeng pelajar-pelajar yang ingin berlatih. Lindu Aji adalah organisasi masyarakat yang siap membantu masyarakat sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda yang menyukai olahraga,” imbuhnya.

Sementara itu, Promotor KWT X Shaduk Jotosh sekaligus Ketua Pengurus Kabupaten Kickboxing Indonesia (KBI) KONI Kabupaten Kudus, Blegoh Alun Sedayu, menegaskan seluruh prosedur pra-pertandingan dilakukan sesuai regulasi demi menjunjung tinggi sportivitas.

“Semua petarung wajib mengikuti registrasi ulang, weight in, face off, dan technical meeting. Selain memastikan berat badan sesuai kelas, kami juga memberikan pemahaman mengenai aturan pertandingan agar pelaksanaan berjalan aman dan adil,” ujarnya.

Blegoh mengungkapkan, KWT X Shaduk Jotosh tahun ini mendapat antusiasme luar biasa. Sebanyak 140 petarung tampil dalam 70 partai, menjadikannya salah satu ajang olahraga tarung terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, event tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet boxing dan kickboxing untuk melahirkan petarung-petarung potensial dari berbagai daerah.

Pada penyelenggaraan kali ini, pertandingan dibagi dalam empat kategori utama, yakni Influencer Class, Amatir Profesional (Ampro), Pemula Umum Class, dan Kickboxing.

Dari total peserta, terdapat 17 petarung putri, terdiri dari tujuh peserta Influencer Class, dua atlet Amatir Profesional, dan delapan petarung kickboxing putri. Sementara itu, 123 petarung putra bertanding di berbagai kelas berat.

Pertandingan utama dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB dengan rangkaian 70 partai, diawali kelas Pemula Umum, dilanjutkan Amatir Profesional pada sore hari, hingga partai puncak dan duel Influencer Class pada malam hari.

Blegoh berharap seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan mampu memperkuat eksistensi olahraga combat sport di Kabupaten Kudus.

“Kami mengundang masyarakat untuk hadir di GOR Kudus dan memberikan dukungan kepada seluruh petarung. Semoga ajang ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin membanggakan Kudus,” pungkasnya (AD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *