KUDUS – lintastribun.id
Pemerintah Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus menggelar rangkaian kegiatan Saparan Desa yang dimeriahkan dengan karnaval bertema lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah desa tidak hanya melestarikan tradisi budaya, tetapi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Ngembal Kulon, Khanafi, mengatakan bahwa tema lingkungan diangkat dalam karnaval sebagai media edukasi kepada masyarakat. Para peserta membawa berbagai poster berisi pesan moral agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
Menurutnya, pesan utama yang disampaikan di antaranya mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang sampah ke sungai, serta mulai memilah sampah. Selain itu, masyarakat juga diajak menjaga sumber daya air agar tetap bersih dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Kami berharap simbol dan pesan-pesan yang dibawa peserta karnaval dalam bentuk poster ini benar-benar dapat dilaksanakan. Awalnya dari tulisan, kemudian masuk ke pikiran, hingga akhirnya menjadi perilaku masyarakat Ngembal Kulon dalam menjaga lingkungan,” ujar Khanafi.
Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah kabupaten, pemerintah desa, maupun perangkat RT dan RW. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat agar memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, Saparan Desa juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Tuhan” katanya.
Dalam rangkaian acara tersebut juga digelar doa bersama dan doa tolak balak. Khanafi berharap seluruh warga Ngembal Kulon senantiasa dijauhkan dari berbagai musibah dan hal-hal negatif, diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta anak-anak desa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah.
Pada kesempatan itu, Khanafi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan, mulai dari pengurus makam, para Ketua RT dan RW, PKK, Karang Taruna, hingga seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kudus sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Saparan Desa Ngembal Kulon.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tradisi yang sangat positif karena mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Di sisi lain, adanya doa bersama menjadi nilai spiritual yang memperkuat makna kegiatan.
“Selain melestarikan budaya dan mengirim doa, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi yang baik. Pedagang kecil dan pelaku UMKM bisa merasakan manfaatnya karena masyarakat yang hadir sangat ramai,” katanya.
Sulistyo berharap Saparan Desa Ngembal Kulon dapat terus diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah kebersamaan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, RT, RW hingga warga, sehingga mampu memberikan manfaat sosial, budaya, dan ekonomi secara berkelanjutan. (AD)












