KUDUS – lintastribun.id/
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus menjadi satu-satunya partai politik yang membuka posko pengungsian bagi warga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Kudus.
Posko tersebut didirikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial partai terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni menyampaikan bahwa pendirian posko ini bertujuan untuk membantu meringankan beban warga yang rumahnya terendam banjir. Posko pengungsian dilengkapi dengan kebutuhan dasar seperti tempat istirahat, makanan siap saji, layanan kesehatan ringan, serta bantuan logistik lainnya.
“Kami bergerak cepat karena melihat kondisi warga yang membutuhkan tempat aman dan layak. PDI Perjuangan hadir tidak hanya saat pemilu, tetapi juga saat rakyat menghadapi musibah,” ujar Yusuf Roni, Ahad (18/1/26).
Selain membuka posko pengungsian, kader dan relawan PDI Perjuangan Kudus juga turun langsung ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi warga, menyalurkan bantuan, serta melakukan dapur umum bagi para pengungsi.
“Kami menyiapkan posko bencana sekaligus tempat pengungsian di kantor DPC yang baru. Alhamdulillah, sejak Kamis (15/1) posko sudah mulai dibuka dan bisa digunakan untuk pengungsi,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung warga terdampak bencana.
Posko pengungsian ini ada sekitar 100 orang dari beberapa desa mulai dari Desa Karangrowo, Desa Ngemplak dan Desa Payaman.
Selain menyediakan tempat pengungsian, DPC PDIP Kudus juga melengkapi posko dengan fasilitas penunjang kebutuhan dasar pengungsi.
Di antaranya dua unit WC portable serta satu kamar mandi yang tersedia di dalam bangunan kantor DPC.
Tersedia juga akses internet untuk kebutuhan anak-anak yang menjalani sekolah daring.
Tidak hanya itu, dukungan logistik juga menjadi perhatian utama.
DPC PDIP Kudus menyiapkan bahan kebutuhan pokok untuk membantu warga selama masa tanggap darurat hingga pascabencana.
“Kami juga menyiapkan kebutuhan logistik, terutama bahan pokok, khususnya untuk pascabencana,” katanya.
DPC PDI Perjuangan Kudus menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Kudus.
Salah satu warga yang mengungsi, Hendry sitiawan dari Dukuh Krajan Desa Karangrowo Kudus mengapresiasi langkah DPC PDI Perjuangan Kudus yang sigap dan responsif.
"Banjir di wilayah saya mencapai ketinggian hingga satu meter dan sempat masuk ke dalam rumah, sehingga kami satu keluarga 4 orang berada disini" katanya.
Dia berharap kehadiran posko tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa banjir dan mempercepat pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris juga mengunjungi posko pengungsian di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus sekaligus menerima bantuan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Minggu (18/1/2026).
"Di posko pengungsian ini terdapat 100 orang yang terdampak banjir, dengan harapan seluruh pengungsi tetap sehat, kuat menghadapi ujian, serta tercukupi seluruh kebutuhannya hingga kondisi membaik" ujarnya.
Bupati Sam’ani berterima kasih kepada DPC PDI Perjuangan yang telah menyediakan kantor sebagai posko pengungsian, PPNI, serta seluruh relawan PDIP atas solidaritas dan kepeduliannya. (AD)
